Berkas dan Bukti-Bukti Sudah Lengkap dari Korban Pelapor

Medianusantaraonline, PontianakKorban penipuan Proyek Modus (Modal Dusta) di Sintang yang dilakukan Oknum Anggota DPRD Kalbar dari Dapil tujuh ST telah mendatangi Polda Kalbar dan pertanyakan perkembangan dari hasil laporannya selama lima bulan lalu (Oktober 2017 – April 2018 Red), pelapor sangat khawatir kalau kasus ini akan di “PETI ES KAN”  dengan adanya intervensi Politik yang lebih kuat karena tahun ini adalah tahun Politik.

Ketika Agus Sepanus diterima oleh Wakil dari pemeriksa kasus tersebut Polda Kalbar yang rutin melakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut selama beberapa bulan berjalan, ternyata setelah dijelaskan dengan transparan oleh pihak pemeriksa atas kasus tersebut, oleh  Polda Kalbar ternyata Agus Sepanus telah puas dan merasakan apa yang selama ini di ragukannya, telah terobati karena tidak menyangka atas penjelasan yang disampaikan kepadanya.

Baca Juga : Proyek Bodong di Sintang Diduga Ada Sindikatnya, Polisi Bisa Selusuri

Menurut salah satu petugas Polda Kalbar tersebut menyatakan kalau bukti-bukti, saksi-saksi pendukung kalau kasus ini adalah kasus yang awalnya memang terkendala karena untuk mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saski tidaklah semudah yang difikirkan. Ternyata setelah kerja nyata yang dilakukan oleh pihak penyidik dan setelah diperlihatkan pemberkasan yang begitu tebalnya, maka tinggal menunggu waktu saja untuk di tindak lanjuti.

Tidak ada kasus yang akan di Petieskan Polda, dijaman transparan saat ini, kita kerja secara profesional agar kita tidak menabrak rambu-rambu, karena kita masing-masing sudah mempunyai aturan,” kata salah seorang pemeriksa, Kata Rahmat Noor, SH menyampaikan kepada MN sebagai Penasehat Hukum Agus Sepanus.

Menurut Korban, Agus Sepanus, perbuatan Suyanto Tanjung mengambil uang dengan cara menjanjikan pekerjaan sebesar Rp. 750 juta sungguh sangat merugikan kami dan keluarga kami karena uang sebesar itu, adalah modal usaha kecil-kecilan yang menjadi modal utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga kami, saat ini saling menyalahkan antara kami, ini yang harus kami antisipasi juga jika uang yang diambil Suyanto Tanjung tidak ada etikat baiknya untuk mengembalikan, tentu kami juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh beberapa korban lainnya dengan cara kami lah,“ kami pun bisa melakukan hal yang keliru.

Baca Juga : Indikasinya Proyek Bodong Sintang, Tanjung sebut Nama Gubernur & Dinas PU Kalbar

Tetapi kami tetap menghargai pekerjaan Penegak Hukum dalam hal Ini Polda Kalbar dan kami menunggulah, tetapi kalau ada solusi terbaik kenapa harus menunggu lagi, semuanya bisa dikompromikan karena saran Penegak Hukum begitu,” kata agus Sepanus.

Setelah menemui pihak Polda Kalbar, Agus bersama keluarganya didampingi Penasehat Hukum nya Rahmat Noor, SH dkk, mengimbangi Gedung DPRD Kalbar dan langsung menemui Majelis Dewan Kehormatan DPRD Kalbar dan bertemu dari salah satu anggota yaitu Mariono, dalam penjelasan anggota Majelis Dewan Kehormatan tersebut, bahwa Suyanto Tanjung sudah dipanggil dan sudah memberikan penjelasan, ia tetap pada pendiriannya kalau hal itu tidak ada, “tidak benar itu”, kata Suyanto Tanjung ketika kami tanya, kami bilang ini ada laporan dari masyarakat yang selayaknya kita bersama-sama menghargai dan berdasarkan bukti-bukti data nya membuktikan kebenaran yang wajib kami tindak lanjuti secara logika mana mungkin masyarakat melapor kalau tidak merasakan ada melangalami kerugian, “kamipun yakin masyarakat tidak mungkin mau melaporkan Oknum Anggota DPRD dari dapil tujuh tersebut kalau tidak merasa dirugikan, “ada yang tidak bisa dibohongi yaitu Hati Nurani,” timpal Rabiadi yang juga merupakan korban.

“Dalam dekat ini kami akan menyampaikan hasil pekerjaan Majelis Dewan Kehormatan kepada korban pelapor, tentu hasilnya tidak boleh kami sampaikan saat ini, dan nanti kami sampaikan secara tertulis, kepuasan dari hasil pekerjaan Majelis Dewan Kehormatan sangat relatif,” kata Mariono Anggota Dewan Kehormatan DPRD Kalbar. (Red)