Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (kiri) Ketua Umum KPBH, Handy Abdul Syukur (kanan)
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (kiri) Ketua Umum KPBH, Handy Abdul Syukur (kanan)

Medianusantaraonline, Pontianak – Ketua Umum KPBH (Konsultasi Pengkajian dan Bantuan Hukum) Handy Abdul Syukur mendukung keinginan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan rencana mengumumkan calon kepala daerah yang menjadi tersangka.

Dalam hal ini, Syukur mengatakan bahwa KPK harus tegas dan konsisten untuk melaksanakan rencana mengumumkan tersangka calon kepala daerah tersebut. Tidak perlu menunda lagi untuk melaksanakannya karena calon kepala daerah yang ikut serta Pilkada tentunya menjadi pilihan masyarakat yang layak dan bebas dari KKN.

Baca Juga : Peduli Kasih BGA Group Melalui Bakti Sosial Kepada Masyarakat

Jika ada pihak yang minta rencana KPK tersebut ditunda itukan hanya saran, dan pendapat, sementara KPK sudah melakukan berbagai pengkajian hukum dalam palaksanaan Pilkada seorang pigur sebagai calon kepala daerah merupakan pemimpin yang harus bebas dari KKN tersebut,” saya yakin pimpinan KPK bersama jajaranya konsekuen menjalankan hal tersebut,” ujarnya saat ditemui wartawan,” Rabu (14/3/2018).

Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga tidak keberatan apabila KPK umumkan tersangka calon kepala daerah.

“Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan, dalam rapat koordinasi di Kemenko Polhukam kemarin, pihaknya menghormati KPK dalam melakukan proses hukum terhadap tersangka calon kepala daerah.

Baca Juga : Midji-Norsan Komitmen Wujudkan Percepatan Pembangunan Hingga Wilayah Pedalaman se-Kalbar

“Pandangan bahwa proses hukum menunggu pilkada serentak selesai itu murni pandangan pemerintah bukan pandangan KPU,” kata Wahyu.

Karena kata dia, KPU tidak mencampuri proses hukum yang tengah dilakukan KPK. Wahyu mengatakan, KPU mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan baik KPK, Polri maupun Kejaksaan.