Kekeraasan Anak Dibawah Umur
Kekeraasan Anak Dibawah Umur

Medianusantaraonline, Putussibau – Beredar luas Video  aksi kekerasan  di WhatsApp (WA) menjadi cerita heboh ditengah tengah masyarakat, sehingga menjadi viral ke masyarakat.

Dalam video tersebut, pelaku dan korban tampak sama-sama masih merupakan anak dibawah umur. Namun, pelaku lebih besar (badan) daripada korban.

Berdasarkan keterangan yang dilihat media ini di grup WA, peristiwa tersebut terjadi di wilayah  SDN 2 Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Atas kejadian tersebut, Kepolisian Sektor Putussibau Utara membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya.

“Kronoligis kejadian yaitu, pada hari Rabu tanggal 8 Mei 2019 sekitar pukul 16.00 WIB, terlapor atasnama NJ (14), telah melakukan penganiayaan terhadap saudara BZ (12),” ujar Kapolsek Putussibau Utara, Iptu M. Sutikno berdasarkan laporan tertulisnya kepada Kapolres Kapuas Hulu, AKBP R.S Handoyo sebagaimana rilis yang diterima  dari anggota Polsek setempat, Kamis (9/5/2019) dini hari.

Dijelaskannya, penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh pelaku tersebut, dengan cara memukul, menendang, dan menindih korban. Sehingga mengakibatkan korban mengalami benjol pada kening sebelah kanan, serta memar pada telinga sebelah kanan bagian belakang korban.

“Korban juga merasakan pusing dan nyeri pada bagian kepala,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, jelasnya, pelapor yang merupakan ibu asuh dari korban kemudian melapor ke Polsek Putussibau Utara.

“Tindakan yang dilakukan Kepolisian yaitu menerima laporan pengaduan, mendatangi TKP,  intrograsi pelaku dan saksi-saksi, melakukan visum et revertum, dan berkoordinasi dengan pembina fungsi dan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” terangnya

Atas kejadian ini, masyarakat meminta dan berharap kepada orangtua untuk lebih berperan dalam pengawasan anak didalam keluarga dan rumahtangga, dan meminta kepada pihak Polisi untuk memproses hukum dan sekaligus memberikan pembinaan, sehingga  memberikan efek jera kepada si pelaku (Ishaq)