Medianusntaraonline, Melawi – Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sidomulyo kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi menyampaikan kepada awak media tentang bangunan yang ada di bantaran sungai pinoh bahwa bangunan tersebut belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Saat di konfirmasi kepada salah satu tokoh masyarakat pak supardi murni

menjelaskan  kepada pada  awak  media beliau sangat kesal atas prilaku oknum tersebut selain mendirikan bangunan diatas bantaran sungai ada juga memelihara ikan menggunakan keramba  ikan yang mana keramba tersebut berada di hulu jamban sungai  pinoh / tempat mandi yang kami miliki dan yang lebih mengganggu umpan ikan kerambanya menggunakan bangkai ayam,sehingga mencemari air yang sehari hari kami gunakan untuk nyuci dan mandi serta mengeluarkan bau yang tidak sedap di  sungai  pinoh.

“Supardi  menjelaskan pada awak  media  berharap kepada pemerintah daerah agar bertindak tegas terhadap oknum masyarakat yang membangun tanpa mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku.

Karena sesuai dengan PERATURAN  PEMERINTAH  REPUBLIK  INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI Pasal 9 Garis sempadan  pada  sungai tidak  bertanggul  di  dalam kawasan  perkotaan sebagaimana di maksud  dalam Pasal 8  ayat  (2)  huruf a ditentukan: a. b. c. (1) (2) (3) paling  sedikit  berjarak 10  m  (sepuluh meter) dari tepi kiri dan  kanan  palung sungai sepanjang  alur  sungai pinoh dalam hal kedalaman sungai  kurang  dari  atau sama  dengan  3  m (tiga  meter); paling  sedikit  berjarak 15  m  (lima  belas meter)  dari  tepi  kiri dan kanan  palung  sungai  sepanjang bantaran sungai   pinoh dalam  hal  kedalaman  sungai  lebih dari  3  m  (tiga meter)  sampai dengan  20 m (dua  puluh  meter); dan paling  sedikit  berjarak 30  m  (tiga puluh  meter)  dari tepi  kiri dan kanan  palung sungai  sepanjang alur sungai, dalam hal  kedalaman sungai  lebih  dari 20  m  (dua  puluh meter) paparnya.

Nah dalam aturan tersebut sudah jelas apa lagi mau proses pembuatan SHM sertifikat Hak Milik, maka saya sangat menyayangkan kalau oknum  guru  pak budi memaksakan mendirikan bangunan tersebut.

“Menurut yang bersangkutan  pak  budi oknum  guru  sudah mengantongi izin dari lingkungan setempat dan mengantongi rekomendasi dari kepala desa setempat untuk syarat mendapatkan perijinan UPL/UKL dari instansi terkait ungkap  pak  budi  oknum  guru

Pak budi oknum  guru juga memaparkan kepada awak media bahwa boleh membangun dulu sambil mengurus perijinan dan kata  budi  oknum  guru saat  konfirmasi  awak  media,sudah komunikasi dengan ibu Rini kasi perizinan di lingkungan hidup dan kenal dekat dengan pak jaya kepala dinas kebersihan dan lingkungan hidup dari pihak mereka mempersilakan pembangunan tersebut berjalan sembari mengurus perizinan papar saudara Budi  oknum guru pemilik bangunan bahkan beliau memaparkan kenapa bangunan bangunan yang sudah ada tidak di persoalkan dan beliau juga mengatakan Pak  Budi: No problem, terimakasih . Nanti kalau dah jadi , sering sering di beritakan ya mas. Untuk promosi,tq

Pak  Budi : Seberang sungai yg untuk buang limbah sampah, orang2 buang hajat di sungai bagusnya di foto dan di beritakan juga ya mas. Kalau tidak salah termasuk pencemaran juga ya

Pak  Budi : Mantap pak Budi jadi Pioner ESD Melawi sejati paparnya via pesan whatshap.

Kembali Tokoh masyarakat “Supardi” memaparkan kepada media jika bangunan tersebut masih berdiri tanpa memenuhi prosedur sesuai dengan peraturan dan undang undang yang berlaku  dan melanggar PERATURAN DAERAH KABUPATEN MELAWI NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN, maka saya akan melakukan tindakan tegas dan saya akan menggerakkan masa untuk itu saya berharap kepada pemerintah daerah agar segera mengambil tindakan tegas ujar supardi  tokoh masyrkat Desa Sidomulyo.(Jumain)