Hari Moekti
Hari Moekti (Ist)

Medianusantaraonline.com – Meninggalnya penyanyi rock legendaris Hari Moekti pada Minggu (24/6/2018) malam lalu menjadi duka yang teramat dalam bagi dunia musik Indonesia, penggemarnya, tak terkecuali bagi jamaahnya.

Generasi millenial mungkin kurang kenal dengan sosok Hari Moekti. Memang karena pria kelahiran Cimahi, 61 tahun yang lalu ini namanya sudah tenar di akhir tahun 80an dan awal 90-an.

Bahkan, pria bernama lengkap Hariadi Wibowo ini  sempat menjadi trendsetter fashion anak muda zaman itu.

Tren Jeans Sobek 

Salah satunya adalah gaya celana jeans sobek-sobek. Saat itu, jika belum mengikuti gaya Hari Moekti, remaja zaman dulu belum bisa dibilang gaul atau trendy.

Di era 80-an, nama Hari Moekti populer saat ia bergabung dengan Makara (1982-1985) dan Krakatau (1985). Namun band-band itu hanya jembatan untuk Hari Moekti menjadi lebih dikenal. Karena pada akhirnya ia memilih untuk bersolo karier.

Dan benar saja, saat rekaman solo kariernya meledak di pasaran. Di antaranya “Lintas Melawai” pada tahun 1987, “Ada Kamu”, “Aku Suka Kamu Suka” dan “Satu Kata” yang direkamnya saat bersama grup band Adegan.

Sempat ingin bunuh diri

Tentunya menjadi penyanyi rock ternama saat itu menjadikan keuntungan buat Hari Moekti. Ketenaran dan kekayaan didapatnya dengan mudah. Meski demikian, dua hal ini tak lantas membuat Hari Moekti bahagia.

Dirinya cenderung gelisah setiap saat, tak banyak bersyukur, iri dan dengki jadi hal yang selalu menghiasi hari-harinya.

Dalam sebuah ceramah di depan jamaahnya, Hari Moekti yang pada akhirnya memilih meninggalkan profesinya itu, berhijrah hingga menjadi pendakwah itu sempat memberikan pengalaman hidupnya.

Dari rockstar hingga jadi pendakwah, simak cerita hijrah Hari Moekti 

[suara.com]